PRAMUKA DAN PESANTREN

Pendidikan kepramukaan sangat penting sebagai upaya menanamkan nilai nilai akhlak dan mengembangkan akhlak peserta didik yang sedang mengalami masa transisi mencari jati diri dan masih belum mempunyai pendirian yang tetap. Karena peserta didik di sekolah  masih belum mempunyai identitas dan jati diri sehingga mudah terpengaruh oleh hal-hal yang menyebabkan degradasi moral dengan berbagai tindak perilaku negatif. Dengan metode yang ada pada pendidikan kepramukaan peserta didik dilatih dan dibimbing agar tidak melakukan tindakan negatif. Pendidikan pramuka juga dapat disebut sebagai pendidikan non formal yang berfungsi untuk menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap para peserta didik.  

Sebagaimana telah tercantum dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 butir 12 dan 13 yang menyebutkan bahwa: Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang, dan pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003, n.d.). 

Dari penjelasan tersebut jelaslah bahwa memang ada beberapa tempat selain pendidikan dalam kelas yang dapat membentuk akhlak peserta didik, dimana salah satu wahana pengantarnya adalah kegiatan ekstrakurikuler pramuka wajib. Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 Pasal 1 tentang Gerakan Pramuka menjelaskan, “Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan” (Undangundang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 Pasal 1, n.d.). 

 

Dalam pendidikan kepramukaan banyak menanamkan nilai pendidikan akhlak. Salah satunya pada kegiatan pengembaraan, yang diharapkan dapat membentuk akhlak yang mandiri, peduli lingkungan, tangguh, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, peduli sosial, ketelitian, dan religius. Masih banyak kegiatan pendidikan kepramukaan yang berupaya menanamkan nilai-nilai akhlak. Dengan menanamkan nilai-nilai akhlak terhadap peserta didik melalui kegiatan pramuka, peserta didik akan dapat menumbuhkan pembentukan kebiasaan berakhlak mulia dan dapat melahirkan peserta didik yang tangguh secara fisik dan moral. 

Salah satu ciri khas pesantren yang merupakan balai pendidikan berbasis agama Islam tentu saja mengedepankan pelajaran akhlak selain pelajaran tauhid dan syariat lainnya. Dengan kata lain, bahwa kegiatan kepramukaan selaras dengan nilai nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren. Maka kegiatan pramuka merupakan kegiatan yang teramat penting keberadaannya.  

SELAMAT HARI ULANG TAHUN PRAMUKA INDONESIA YANG KE 60 “ BERBAKTI TANPA HENTI “

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *