Kategori
Berita Galeri prestasi

Tamu dari Rajadesa

Siang menjelang acara penyematan lencana Pramuka Garuda di lapangan komplek Pesantren Sabilirrosyad, Ust. Basuni sebagai pimpinan Pondok Pesantren Sabilurrosyad menerima tamu undangan dari aktivis “khuruj” dalam rangka memberikan undangan kepada seluruh pimpinan pondok pesantren dan santrinya se kecamatan Jatinagara dan Rajadesa untuk hadir dalam acara silaturrahim yang rencananya akan diadakan tanggal 5 September 2020 bertempat di masjid Rajadesa.

Di sela sela pembicaraan dalam pertemuan tersebut, salah satu tamu yang datang merupakan dai yang sudah berpengalaman dakwah di berbagai daerah di Asia bahkan Eropa. Ia mengatakan tentang pentingnya proses pendidikan berjalan di sela sela pandemi covid 19 ini. Beliau bercerita bahwa ketika ia berdakwah di Cina sana, memang sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir bahwa pendidikan dilakukan secara daring dalam rangka menjauhkan peserta didik dari pengetahuan yang tidak selaras dengan politik dalam negeri terutama dalam hal pelajaran agama.

Menyambut hal tersebut, Ust. Basuni memaparkan program program yang akan dilakukan di dalam internal Pondok Pesantren, yang diantaranya adalah upaya adanya tatap muka secara bertahap serta akan adanya proses reintegrasi kurikulum Depag dengan kurikukum internal pondok pesantren. Yang di antara program besarnya adalah program bahasa dan tahfidzul Qur’an.

Merespon pemaparan Pimpinan Pondok Pesantren tentang program yang tengah di laksanakan di Pondok Sabilurrosyad ini, para tamu menyambutnya dengan antusias tertutama tentang program bahasa, beliau bercerita tentang pengalamannya ke berbagai negara di Asia dan Eropa bahwa di banyak negara ternyata hanya ada dua bahasa yang dihormati oleh banyak bangsa bangsa di dunia. Yakni bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Bahkan beliau mengatakan bahwa kita sedang ditunggu di Tokyo misalnya, umat muslim di sana sangat membutuhkan santri santri penghafal Qur’an yang juga mahir berbahasa.

Dalam pertemuan tersebut Ust.Ibrahim, juga mengutarakan bahwa kebangkitan Islam di Eropa sedang berlangsung sangat cepat namun media Internasional menutupi hal ini. Seraya membenarkan, Dai yang pernah singgah di kota Birmingham, salah satu distrik dan kota di West Midlans negara Inggris juga mengatakan bahwa di Eropa sana sedang tumbuh banyak “pesantren” yang melahirkan para Muhafidz Al Qur’an. Birmingham yang merupakan “kota gereja” sekarang ini sudah banyak gereja yang beralih fungsi sebagai masjid.

Perbincangan dengan tamu tersebut mengalir dengan hangat diselingi berganti ganti bahasa sunda, Indonesia dan bahasa Arab ini berlangsung singkat namun penuh dengan rasa persaudaraan dan adanya dukungan yang besar akan program yang diselenggarakan oleh Sabilurosyad. Bahkan dengan para tamu yang berprofesi sebagai Dai internasional, kami tidak sempat berkenalan nama satu dengan yang lain oleh karena asyik berbicara tentang pendidiń∑an dan perkembangan dunia Islam. Beliau juga sangat mendukung “tag line” masyhur yang dipelopori oleh pesantren Gontor bahwa Pondok Di Atas dan Untuk Semua Golongan. Sebab perpecahan di dalam dunia Islam terlebih khusus di Indonesia oleh sebab fanatisme buta akan golongan.

Di akhir pertemuan singkat tersebut, sang Dai ini bercerita bahwa ia dapat dakwah ke berbagai belahan dunia berkat dapat menguasai dua bahasa. Yakni Bahasa Arab dab Bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *